Langsung ke konten utama

#2 Sketches

Well,,, bisa dibilang saya memang bukan termasuk orang yang selalu suka melakukan suatu pekerjaan yang itu itu terus, tentu saja butuh selingan dan lain-lain, di awal perkuliahan, saya masih rajin-rajinnya membuat sketsa sampai-sampai ada temen yang minta dibuatin sketsa,, wah boleh aja tuh, tapi kadang masih takut kurang memuaskan, karena ya, nyadarlah, coretan tangan saya masih kurang mumpuni. heh. hem,, tapi sekarang saya lagi disibukkan dengan kuliah, jadi kadang tidak sempat untuk melakukannya, jadi saya menampilkan sketsa-sketsa saya yang dahulu saja di sini,, hehe,, :)


keep your hand in the right thing

karena masih awal-awal semester, dan ilmu menggambar sketsa saya peroleh pada saat saya duduk di bangku kelas 3 SMA (fiuh,, bisa dibilang agak telat, kalau memang mau mendalami). dan kebetulan sekali guru kesenian saya - pak nonot - merupakan seniman tulen ( katanya sih begitu ---> pis pak,, hehe), ini bisa dibilang kesempatan emas untuk mendapatkan ilmunya tuh orang,, hahahahaha (sambil tertawa setan)
dan, kenapa saya menggambar tangan? yah, karena saat SMA ada tugas menggambar sketsa tangan dengan berbagai ekspresi, akibatnya, saat awal semester kulia, saya masih terkena syndrom menggambar tangan, dengan berbagai bentuk (cuma beberapa sih yang easy easy ajah, hahah)



no pencil for write..



Sketsa yang satu ini, saya gambar dari foto teman kuliah saya yang ada di buku kenangan angkatan. he is Canggih. bukan apa-apa, just drawing. sekarang mencoba lagi dan melatih untuk membuat sketsa wajah,, hoho, masih hancur ternyata. masih kurang penekanan dan kemantapan dalam menarik garis. bisa disimpulkan, bahwa, dalam menarik garis itu umpama mengambil suatu keputusan, jadi harus yakin dan percaya (kelihatan banget nih jadinya kalau saya ambil keputusan kadang gak yakin,, haha ).



si Canggih jadi aneh



yap,,, masih banyak juga kekurangan di sana-sini,, mohon kritik dan saran dari anda sekalian yang berkunjung di page ini,,, 

terima kasih,, ^_^

Komentar

wawanisme mengatakan…
lanjutkan! hehehe

Postingan populer dari blog ini

Cewek Smart

Dalam melakukan sesuatu itu memang harusnya ditarget, iya gak sih? Seperti beberapa hari yang lalu selama dua hari berturut-turut, ada beberapa hal yang masuk list to do saya (maklumlah lagi libur kuliah dan gak ada kerjaan, jadi ya bikin-bikin geje aja) hehe,, list to do-nya missal : ambil buku di mbak Ria, ambil tiket gowes di warung komplek, itu untuk malamnya dan besok paginya rencananya pagi-pagi sekali saya mau berguru pada teman SMA saya mengenai taking2 (tapi yang ini gak jadi, si do’i bangun kesiangan : ( ), abis gitu ke kampus tanya-tanya masalah orientasi (maklumlah hitungannya kan saya masih mahasiswa baru, baru tujuh semester di ITS ) dan bikin kartu perpus (woh biar kliatan rajin, pake punya kartu perpus segala, haha) *interview gak sengaja* Gini nih, seperti yang tadi saya bilang, salah satu plan saya adalah “mengambil buku di mbak Ria”. Hem,, buku apa itu? Dan siapa mbak Ria? Yap ini kedua kalinya saya berkunjung ke rumahnya yang gak jauh dari rumah nenek saya. Dan

From Station to Station

Dari hati ke hati…. *eh Maaf maaf bukan waktunya ngegombal niiihh… eling eling!! Hehe. Bukan mau ngegombal kok, tenang aja. Cuma mau berbagi sedikit cerita perjalanan selama survey beberapa hari yang lalu. Kebetulan ada tugas dari dosen Infrastruktur Transportasi buat melakukan survey ke stasiun. Terserah sih mau ke stasiun mana. Apa saja yang disurvey? Yaitu meliputi : Ø   Lokasi Stasiun Ø   Fasilitas di Stasiun Ø   Layout Emplasemen Stasiun : Jumlah Track, Wesel, Peron, dsb Ø   Sistem Persinyalan Saya dan lima orang teman yang lain – Selpi, Abu, Dewanty, Eca, dan si Om Wawan – memutuskan untuk survey ke Kediri. Kenapa Kediri? Yah karena kita kehabisan stasiun yang deket-deket Surabaya. Lagipula gak sedikit kok temen-temen satu kelas yang survey di luar kota, malah sampai Bandung (niat banget yah… ya iyalah lha wong mereka sekalian pulang kampung :D ). Karena satu orang harus satu stasiun, maka kami carinya juga harus ada enam stasiun. Stasiun pertama yang

Steak Tuna

sekali sekali bikin makanan ala-ala resto ato kafe-kafe gitu aahhh... hihihi.. tapi makanan yang sehat dan penuh gizi dan pastinya yummy ala chef ... :P Yup!! mumpung ada ikan tuna yang masih ada banyak untuk bahan dagangan, saya coba-coba deh bikin Steak Tuna. ternyata gampang bingit. tinggal mau tingkat kematangan yang seperti apa aja yang diinginkan. kayak bikin steak daging biasanya itu loh. yang ada tingkatan kematangan dagingnya, macam medium, rare, well done. tadinya mau coba bikin medium yang dalamnya masih agak kemerah-merahan gitu, tapi saya takut mentah dan gak enak, jadinya saya bikin almost well done. apapun itu, daging ikan tuna itu gurih. beneran gurih. :9 which one do you prefer to serve? Cara bikinnya gampang bingit. pertama, siapin dulu bahan-bahannya, seperti; 1.    Ikan tuna steak dengan ketebalan kurleb 2,5cm (yang sudah dipotong steak ya.. bukan tuna kalengan.. heheh) 2.    Kentang ukuran sedang (kupas dan potong sesuai selera) 3.    Wortel