Jumat, 01 Desember 2017

Anniversary (love)

Wooo..... almost a year!!! Atau lebih? Atau pas setahun. Lagi-lagi ya, draft, draft dan draft yang akhirnya basi untuk di posting. Nah, karena ini bertepatan hampir satu tahun, saya mau cerita saja tentang persiapan pernikahan saya setahun lalu, pesta pernikahan yang sekejap itu, dan rentang selama setahun ini (yeaayyy 1st anniversary!!!!). mumpung ya, lagi ramai pernikahan Kahiyang anak Pak Presiden, jadi saya iya mau nulis dikit-dikit lah tentang Kahiyang. Eh salah, tentang saya laaaah... (ndak kenal Kahiyang saya mah).
1.       Persiapan Hari Pernikahan
Kalau dibilang persiapan pernikahan saya cukup singkat, sebenarnya tidak juga, karena ada sahabat-sahabat saya yang lain lebih singkat lagi dari saya, hanya saja masalahnya posisi saya tidak di Surabaya – Sidoarjo selama persiapan. Dari proses lamaran hinggan hari H sekitar 6 bulan saja. Jadi untuk permasalahan fitting baju, kontrol gedung, cek catering, semuanya benar-benar dilakukan di waktu luang saya saat pulang ke Sidoarjo. Kalau Undangan, sudah lah ya, si mas yang handle karena dia sendiri yang bikin.
*fitting*
Pembagian tugas untuk kontrol ini itu, tapi lebih banyak mama sama bapak yang melakukannya, karena saya pulang lebih banyak untuk fitting baju. Ini yang bisa dibilang agak menyiksa. Gaun-gaun yang ada di persewaan MUA saya kebanyakan berlengan slim, sedangkan saya lengannya luar biasa – walaupun ada yang lebih luar biasa dari saya – hehe. Untungnya mbak MUA saya yang notabene temen sendiri, mau lepas jahitan bagian dalam lengan biar muat untuk saya.


fitting udah macam endorse

2.       The Day
Hari Pernikahan pun tiba. Akad Nikah dan Resepsi Pernikahan kami dilakukan di hari yang berbeda. Akad Nikah pada hari Jumat 9 Desember 2016 sedangakan resepsi pernikahan 2 hari setelahnya yaitu tanggal 11 Desember 2016. Sebenarnya tidak ada pemilihan hari baik khusus berdasar perhitungan Jawa, Islam atau apa, karena menurut kami, semua hari itu baik, namun lebih baik bila dilakukan di akhir pekan supaya tidak mengganggu aktivitas tamu undangan yang sedang bekerja.
*Akad Nikah*
Deg-deg’an? Pasti! Mengingat si mas yang orangnya pringas-pringis aja, mengingat si bapak yang sukanya improvisasi sendiri, jadi takut donk salah-salah ucap waktu ijab. Selama prosesi akad sampai setelah ijab selesai dibacakan, saya tidak menyaksikan secara langsung, karena saya dipingit di dalam kamar, begitu ‘SAH! SAH! SAH!’, si mas jemput saya di kamar lantai 2 dan kami trurun bersamaan. Ciyeeeeee..... ada yang jemput. Hahaha... *sesungguhnya saya menahan tawa begitu melihat wajahnya* dia jadi kelihatan ganteng. Hahaha.

sah... sah... sah..!!! Alhamdulillah...


*Resepsi*
Berbeda dengan akad nikah yang dilakukan di rumah orang tua saya, resepsi dilaksanakan di gedung, kapasitasnya tidak banyak, undangan pun tidak sampai ribuan – macam pejabat saja - . walaupun ada sedikit insiden, overall saya senang dan lega. Teman-teman yang kami undang pun banyak yang hadir. Hhmmm... tidak banyak kata untuk bagian ini, yang jelas saya puas, bahagia dan Alhamdulillah.... terima kasih untuk semua pihak yang turut membantu kelancaran acara ini. We love you all. :)

sok-sok'an jadi model..

3.       Goes to 1st Anniversary
Untuk hari pernikahan saat itu saya mengambil cuti selama 2 minggu, seminggu sebelum acara dan seminggu setelah acara. So, how’s your day became a wife? Mmmm.... gimana ya... hahah.. canggung awalnya iya, kami yang berawal dari teman saja, sahabat dan kini jadi teman, sahabat dan kekasih selamanya. Setelah hari H pernikahan, kami hanya satu minggu bersama, itu saja banyak dihabiskan saat hanimun, sebelum kembali ke Banjarbaru, saya sendiri sudah disuruh dinas, ya walaupun di Surabaya saja sih.
Selama hampir satu tahun ini, komunikasi kami jelas lebih intens sekali dari sebelum menikah, itu hal yang wajar. Suami harus tahu bagaiman kabar istri begitupun sebaliknya. Perihal pertemuan, kami bergantian kadang dia yang ke Banjarbaru kadang saya yang pulang ke Surabaya. Tapi lebih enak lagi kalau pas saya lagi dapat dinas ke Surabaya, heheh... lumayan kan dibayarin kantor untuk bertemu suami, eh tugas dink.
Masalah momongan, sesungguhnya tidak ada program untuk menunda atau mempercepat. Selama diberi sehat, kami usahakan, kapanpun dapatnya itu rahasia Allah. Bulan pertama ternyata belum ada hasil, tadinya kalau ada berarti ini hasil hanimun gara-gara lihat banyak bule cakep.. hehhe.. Alhamdulillah dibulan ketiga pernikahan kami, Allah mempercayakan kepada kami. Haid telat. Dan pas banget kabarnya hadir saat mama pulang dari umroh. Allahu Akbar, Alhamdulillah.
Dan kini, kami sedang menunggu kelahiran anak pertama kami. Luar biasa. Allahu Akbar.

lav lav !!

Jumat, 02 Desember 2016

one week to go

one week to go and i'm getting nervous.

Kalau ditanya, gimana? deg-degan ndak? ih yaaa... sebenernya sih deg-deg'an juga, tapi kadang malah orang lain yang ngerasa deg-deg'an. Pernah suatu waktu ada seorang teman yang akan menikah lebih dulu dibanding saya, eh lha kok saya gak ikutan nikah tapi ikut deg-deg'an. syndrom kali yaaah... heheh.

*** 

Btw, akhirnya si hati mendarat ke siapa? berlabuh pada siapa? macam pesawat dan kapal ya.. Pernah tahu bukunya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion? saya sih belum selesai baca - nanti saya lanjutkan bacanya -. buku yang mana sih? yang itu loh yang covernya warna kuning, yang judulnya #TemanTapiMenikah.

Secara garis besar, sudah terbaca sih apa isi bukunya, pasti menceritakan perjalanan cinta mereka yang tadinya 'just a friend' and 'firend zone' kemudian berubah menjadi 'married zone'. hehe,, seru sih denger dan baca cerita orang yang seperti itu. yang tadinya tidak ada apa-apa diantara mereka, eh tahu-tahu mereka bersama.


Ya! kalau dibilang secara garis besar, sebenarnya kisah kami tidak jauh beda dari Ayudia dan Ditto, bedanya mereka artis dan bisa bikin buku yang nge hits dan melakukan talk show bedah buku dimana-mana, sedangkan saya hanya bisa menuliskan di blog dan menceritakan kepada orang-orang yang mau membaca tulisan ini.

*** 

Sudah hampir 10 tahun kami kenal. Kami kenal sejak kuliah. hanya kenal dan sekedar teman satu kelas saat semester satu hingga tiga. Nothing special. hanya saja saya akui dia memang agak lumayan tampan saat itu - yaa selera-selera anak SMA dan awal kuliah gitu deh - .

Saya tidak tahu pastinya semenjak kapan kami dekat, semua berjalan wajar dan mengalir begitu saja. Kami sering jalan bareng - bukan hanya berdua, melainkan bersama banyak teman -, nonton bareng, liburan sama-sama. Tapi itu semua masih biasa saja.

Sebut saja, kami ada di dalam satu kumpulan yang sama. Bisa lah dibilang genk yang notabene isinya memang 'friendzone'. Kita berenam (tadinya hanya berlima - ada satu lagi ikutan deket sama kita), kita semakin dekat dan akrab justru di semester-semester terakhir kuliah. Lima orang diantara kami berenam lulus di tahun 2010, hanya dia yang belum lulus. Tapi itu tidak menyurutkan pertemanan kami.

Justru setelah 2010, kami berenam semakin akrab. akrab sangat malah. berlibur bersama dari yang direncanakan sampai yang spontanitas begitu saja. 

Sampai suatu hari, Shelfi menanyakan suatu hal :
"Diantara mereka berempat (dari kami berenam, hanya saya dan shelfi yang wanita), ada gak sih yang bikin kamu tertarik atau gimana gitu?"
"hah? enggak tuh." Jawab saya
"Serius?..." Tanya Shelfi lagi dan mengatakan ini dan itu.
Dari situ, saya tidak ada pikiran apa pun, menjadi lebih dekat dengan salah satu dari mereka pun tidak ada di benak saya. malah kalau bisa jangan, nanti saya yang canggung sendiri. But, Karma is work! hahah....

*** 

Saya tahu siapa pacar dia. Saya tahu dia pernah naksir sama siapa sampai segimananya. Dan begitu pula sebaliknya. Dia tahu saya pernah suka banget sama siapa. Dia tahu saya pernah dekat dan sakit hati pada siapa. 

Pacar dia pernah jealous pada saya. Pacar saya? boro-boro pacar, yang belum pacar saja dikiranya saya pacaran sama dia padahal enggak.

***

Tapi itulah hidup, itulah cinta. gak bisa nebak kita bakal sama siapa, gak bisa tahu akhirnya kita bakal jatuh cinta pada siapa.

***



Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul begitu ada kabar akan menikah itu, seperti ini biasanya :
1. Alhamdulillah ya... sama siapa nih akhirnya?
- hahaha... 'sama siapa nih akhirnya??' kenapa pertanyaan itu bisa muncul? dikarenakan saya tidak pernah terlihat 'dekat' atau pacaran dengan cowok manapun. Teman pria saya banyak, tapi tidak ada satupun yang memang 'dekat' secara khusus. Dan apalagi jarang banget atau malah hampir gak pernah ada cowok main ke rumah di malam minggu ato malam-malam lainnya -sampai-sampai bapak mau menjodohkan saya dengan anak kenal bapak atau kerabat dekat-. kalau bukan datang rombongan, paling tuh cowok datang sendirian cuma nganterin ato pinjem tugas. hahah.... sakne men aku kii... (ah nggak juga sih.. wkwkwk)
2. Sudah pacaran berapa lama?
- hmmm... gimana ya? apa ukuran orang akan menikah itu karena mereka sudah pacaran sekian lama? i dont think so. Orang yang kadang udah pacaran lama-lama aja, ada yang gak jadi lanjut ke pelaminan kok. Bagaimana dengan mereka yang ta'aruf? kan mereka tidak ada kata pacaran. Jadi, pacaran berapa lama itu tidak bisa dijadikan patokan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Saya rasa, saya sama dia juga tidak pernah ada komitmen untuk berpacaran. Kita dekat, kita sudah sama-sama dewasa dan membentuk sebuah hubungan dalam kata pacaran itu buang-buang waktu saja. gak jelas. *maaf ya kalau ada yang tidak berkenan dengan kata-kata saya* :)
3. Kenal sama mas ini dimana?
- Dimana ya?? saya sudah bilang tadi sih. palingan saya jawabnya, dia teman kuliah saya. So, pacarannya sudah sejak kuliah donk? itu yang kadang disalahartikan, saya sudah kenal dia dari kuliah, dikiranya saya sudah pernah pacaran sama dia dari jaman kuliah... hahaha.
4. kamu kerja di Kalimantan, suamimu kerja di Jawa, gimana nantinya? LDM?
- anyone please help me to answer this question. Kadang memang agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Mengingat saya belum bisa mengajukan pindah dalam beberapa tahun ke depan dan si Mas yang sudah banyak customer di Jawa. Untuk pertanyaan yang satu ini, memang tidak sedikit yang bertanya, bos-bos dan rekan kerja saya menyarankan untuk si Mas saja yang pindah ke tempat saya. Tapi yaa..itu biar jadi urusan kami. :) 

***

Setidaknya dengan adanya pertanyaan-pertanyaan itu, berarti ada lah orang-orang yang ternyata memperhatikan saya... tsaaaahhhhhh *ini gegara gak pernah diperhatiin aja* hahaha..

*** 

Mohon doanya saja dari Bloggie semua, semoga dilancarkan semua urusannya, dan urusan teman-teman Bloggie pun dilancarkan pula. Amiin.. :)

With Love

xxx

Senin, 24 Oktober 2016

Bandung = Nostalgia Masa Lalu

cailaaaahhh... kata orang, yang lalu biarlah berlalu. Move On gitu deh harusnya, helloowww... dikiranya mantan? hehe... boleh lah kalau mengenang masa-masa kecil saat masih gimbul-gimbul *kayak sekarang enggak aja*. Masa-masa masih baby. Masa-masa masih dibilang imut dan lucu sama orang-orang. Yap! mengunjungi tanah kelahiran BANDUNG. Walaupun tidak ingat banyak tentang Bandung, walaupun bukan orang Sunda, walaupun tidak pernah merasakan bersekolah di Bandung, tapi saya bangga saat harus mengatakan I was born in Bandung....tapi cuma numpang lahir, dan lalu medoknya saya keluar, kemudian orang-orang bakal bilang,"ealah wong Jowo pisan tibake."
Lagi-lagi, pergi ke suatu kota , kalau memang ada yang dikenal sih diusahakan bersua pula dengan orang-orang tersebut. Walaupun katrok-katrok gini dan nampak kayak anak rumahan yang  'aiiih mana mungkin lu punya temen dimana-mana??' yaaa iya juga sih... tapi Alhamdulillah.. ada saja yang bisa saya jumpai.

kongkow di PVJ

Aglio Olio

Di Bandung ketemu sama mojang Bandung, cewek paling favorit saat samapta ~ Alhamdulillah, saya bersyukur bisa lulus, dengan begitu, saya punya kawan dari Sabang sampai Merauke ~ Ketemu Miraz, cewek cantik yang ranjangnya di sebelah ranjang saya saat kesamaptaan. Gak lama jumpanya, just say hello dan saling menanyakan kabar saja sudah sangat senang. *sampai sekarang saya masih takjub bisa 'keluar' rumah dan mengenal banyak orang*


sama si Miraz

Tidak hanya bertemu dengan Miraz, tapi juga dengan seorang kolega dari jaman Bapak dan Mama masih tinggal di Bandung. Namanya Mbak Endah, anak dari kolega Bapak saat masih tinggal di daerah Sukajadi. Untungnya tempat tinggal Mbak Endah tidak jauh dari kantor pertemuan yang di daerah Moh. Hatta. Saya tinggal naik gojek, dan sampailah di depan TK Bhayangkari. Mungkin kami berjodoh, tidak sampai saya mencari rumahnya, eh ternyata kami bertemu di TK itu. haha hihi sebentar lalu dia mengajak saya untuk makan di daerah.... ah lupa pula saya apa namanya. Cerita-cerita jaman baheula yang samar-samar saya ingat, bagaimana tidak, umur dua tahun saya pindah dari Bandung ke Surabaya.


Leunca!! 

Daaannn.... pergi ke suatu tempat itu jangan lupa makan yaaa.... kulineran jangan lupa looohh... mumpung lagi Bandung waktu itu, jadi ya nyobain makanan yang gak ada di Banjar. heheh..

Kulineran Korean food di C'walk


Bibimbap


Jajangmyeon



Tteokbokki

Demi apa coba nyobain makanan-makanan korea itu? yaa.. demi yang gak ada di Banjar... heheh..


and see yaaaaa Bandung!!! :* :*

Sabtu, 15 Oktober 2016

Surabaya = Pulang ke Rumah


Di setiap kesibukkan bekerja (cailaaaaahhh... kayak udah sibuk-sibuknya ajaaa, anak kemarin sore aja kok), apapun itu, bersyukurlah. Syukur, syukur, syukur. Kata seorang rekan saat diawal-awal saya baru masuk - dan dianya terlihat sangat hectic - "kamu juga bakal ngerasain ini kok mbak, kalau masih awal-awal memang bakal agak gugup gitu." Oke sip, terima kasih untuk peringatannya. Tidak semuanya apa yang dia katakan itu salah. Tapi memang bakalan gugup kalau beberapa pekerjaan datang bersamaan dan bertubi-tubi, apalagi kalau baru balik dari dinas luar kota lalu pesan-pesan elektronik baik dari email, aplikasi surat, atau yang masuk ke hape barengan datangnya. Rasanya seperti ditembak beberapa cowok dalam satu waktu dan bingung harus pilih yang mana karena mereka semua masuk dalam kriteria cowok idaman *hah!! hlooh kok jadi ke cowok siiih kaitannya???*

Syukur. Syukur. Syukur. Balik lagi ke situ. Lu ngeluh-ngeluh mulu sama kerjaan. Hellooowww!!! Orang kerja yang gak ikut orang aja juga kadang ngeluh looohh. Gak ada habisnya memang kalau kerjaan dikeluhkan terus. Saya mah juga apa atuuuh. Anggap saja lah everyday is learning. Kalau gak begini gak bakalan tahu. Kalau gak mau kerjaan kayak gini, ya dulunya gak usah saja ngelamar-ngelamar gini *nunggu aja dilamar sana! untung-untung dapet yang udah gak usah mikirin buat 7 turunan*

#88lovelife

hadeeeh... omongan saya jadi ngelantur kemana-mana nih, saking lamanya gak ngeblog dan mentok mau mulai darimana nulisnya. Gini aja lah, saya mau cerita sedikit tentang perjalanan-perjalanan singkat saya - yang kalau bukan karena dinas mah, gak tau kapan saya bakal ke sana -.

Surabaya = Pulang ke Rumah

Ya iyes lah yaaa... saat dikabarkan untuk ikutan dinas ke Surabaya - ini adalah perjalanan dinas pertama saya - waaahhh.... senang bin excited banget dooonk saya nya. Karena dinas ke Surabaya itu adalah sama saja pulang ke rumah. hehehe... lumayan tooh hemat uang menginap.
Untungnya di perjalanan pertama ini saya tidak sendiri, seorang senior pergi bersama saya, jadi kalaupun agak kagok dan gak ngerti apa-apa, setidaknya ada dia yang nanti bisa membimbing saya ke jalan yang lebih baik.
Tak dinyana, ternyata perjalanan dinas seperti ini juga dapat dijadikan ajang reunian. Saya bertemu juga dengan teman seangkatan saya saat di Prajab. Bertemu Uyuy dan Widya dan seorang Sahara yang kantornya dijadikan tempat pertemuan.


Shahara, Uyuy, Widya @UIP 8 


"Kalau kayak gini ini mbak, bebaskan SPPDmu." kata si Widya yang notabene sudah melakukan perjalanan dinas berulang kali. maksud dia bebaskan SPPDmu adalah jangan ditahan-tahan lah kalo mau makan, kalau mau hemat, nanti aja kalau sudah balik lagi ke kantor, kan jarang-jarang kita ke kota-kota yang dijadikan tempat dinas, ah yaaaa ada benernya juga sih. hehehe... jadi lah pulang rapat kita hang out. Surabaya, kemana lagi coba kalau mau hang out kalau bukan di mall.
Dan kalau ada kesempatan ke Surabaya pasti saya sempatkan untuk bertemu dengan siapa pun yang perlu untuk ditemui. siapa hayoooo??? ada deeeeehhh...


bebaskan spdmu!! hahaha :D


Njajan di Marugame Udon