Langsung ke konten utama

Medium Steak Barbeque


Medium Steak Barbeque.... ciaah gayanya pake acara medium-mediuman segala. hehe.. mumpung lagi ada daging sisa buat bikin nasi kebuli hari kemarinnya, saya manfaatin saja buat iseng-iseng bikin steak-steak'an.

hasil liat dari youtube dan mbah gugle gimana cara bikinnya, saya praktekan di daging sapi ini. ada kali 100 gr dengan ketebalan hampir 2.5cm. kok hampir? iyah kira-kira wae... :D

aaannnddd... this is it!!! ini dia jadinya... :9


Medium Steak Barbeque

Sebelumnya, daging sapi ini saya lumuri dulu sama saus barbeque yang sudah jadi. saya hampir kelupaan kalau saya punya lumuran daging ini, karena tadinya mau saya diamkan dulu, ya kira-kira siang saya lumuri, sore mau saya eksekusi. eh ternyata saya kelupaan sampai besoknya. hahah. its okay, dari yang saya baca di sebuah tabloid masak-masak, melumuri daging dengan saus tomat dan didiamkan beberapa saat juga dapat membantu mengempukkan daging. wah ya kebeneran donk kalo gitu lupa'nya saya. hehe...

waktu eksekusi pun tiba, setelah memanaskan satu sendok margarin, saya masukkan daging, menurut yang saya baca, untuk menghasilkan medium steak, butuh waktu 3 menit'an untuk setiap sisinya. jadi begitu masukin, saya hitungin deh 3 menit baru di balik, hitung lagi 3 menit. daaann angkaat...

namanya juga trial and error yah, kalo agak gagal juga harap dimaklum lah. waktu memotong dagingnya, harap-harap cemas juga, warna'nya jadi gak ya? jadi medium gak ya? daannn,, setelah saya cocokin warnanya sama gambar-gambar yang ada di mbah gugel sih oke masuk ke medium. pink-pink gitu warnanya. setelah warna, pertanyaan selanjutnya, empuk gak yaa?? almost tender!! 

huwaa... ini kan coba-coba masih pakai daging asal-asalan. jadi next mesti di niatin pakai bagian daging sapi yang memang mudah empuk, jadi gak butuh proses pengempukkan yang ribet lagi. heheh...

siip lah.. namanya juga belajar ;)
tunggu selanjutnya yah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cewek Smart

Dalam melakukan sesuatu itu memang harusnya ditarget, iya gak sih? Seperti beberapa hari yang lalu selama dua hari berturut-turut, ada beberapa hal yang masuk list to do saya (maklumlah lagi libur kuliah dan gak ada kerjaan, jadi ya bikin-bikin geje aja) hehe,, list to do-nya missal : ambil buku di mbak Ria, ambil tiket gowes di warung komplek, itu untuk malamnya dan besok paginya rencananya pagi-pagi sekali saya mau berguru pada teman SMA saya mengenai taking2 (tapi yang ini gak jadi, si do’i bangun kesiangan : ( ), abis gitu ke kampus tanya-tanya masalah orientasi (maklumlah hitungannya kan saya masih mahasiswa baru, baru tujuh semester di ITS ) dan bikin kartu perpus (woh biar kliatan rajin, pake punya kartu perpus segala, haha) *interview gak sengaja* Gini nih, seperti yang tadi saya bilang, salah satu plan saya adalah “mengambil buku di mbak Ria”. Hem,, buku apa itu? Dan siapa mbak Ria? Yap ini kedua kalinya saya berkunjung ke rumahnya yang gak jauh dari rumah nenek saya. Dan

From Station to Station

Dari hati ke hati…. *eh Maaf maaf bukan waktunya ngegombal niiihh… eling eling!! Hehe. Bukan mau ngegombal kok, tenang aja. Cuma mau berbagi sedikit cerita perjalanan selama survey beberapa hari yang lalu. Kebetulan ada tugas dari dosen Infrastruktur Transportasi buat melakukan survey ke stasiun. Terserah sih mau ke stasiun mana. Apa saja yang disurvey? Yaitu meliputi : Ø   Lokasi Stasiun Ø   Fasilitas di Stasiun Ø   Layout Emplasemen Stasiun : Jumlah Track, Wesel, Peron, dsb Ø   Sistem Persinyalan Saya dan lima orang teman yang lain – Selpi, Abu, Dewanty, Eca, dan si Om Wawan – memutuskan untuk survey ke Kediri. Kenapa Kediri? Yah karena kita kehabisan stasiun yang deket-deket Surabaya. Lagipula gak sedikit kok temen-temen satu kelas yang survey di luar kota, malah sampai Bandung (niat banget yah… ya iyalah lha wong mereka sekalian pulang kampung :D ). Karena satu orang harus satu stasiun, maka kami carinya juga harus ada enam stasiun. Stasiun pertama yang

Steak Tuna

sekali sekali bikin makanan ala-ala resto ato kafe-kafe gitu aahhh... hihihi.. tapi makanan yang sehat dan penuh gizi dan pastinya yummy ala chef ... :P Yup!! mumpung ada ikan tuna yang masih ada banyak untuk bahan dagangan, saya coba-coba deh bikin Steak Tuna. ternyata gampang bingit. tinggal mau tingkat kematangan yang seperti apa aja yang diinginkan. kayak bikin steak daging biasanya itu loh. yang ada tingkatan kematangan dagingnya, macam medium, rare, well done. tadinya mau coba bikin medium yang dalamnya masih agak kemerah-merahan gitu, tapi saya takut mentah dan gak enak, jadinya saya bikin almost well done. apapun itu, daging ikan tuna itu gurih. beneran gurih. :9 which one do you prefer to serve? Cara bikinnya gampang bingit. pertama, siapin dulu bahan-bahannya, seperti; 1.    Ikan tuna steak dengan ketebalan kurleb 2,5cm (yang sudah dipotong steak ya.. bukan tuna kalengan.. heheh) 2.    Kentang ukuran sedang (kupas dan potong sesuai selera) 3.    Wortel