Langsung ke konten utama

Postingan

Bukit Teletubies

Pasti gak asing sama yang namanya Bukit Teletubies kaan? Iya bukit yang ada di belakang rumahnya Tinkiwinkie, Dipsy, Lala and Pooh. Acara TV jaman dahulu kala, dimana ada empat boneka berbadan tambun yang di dalamnya ada orangnya. Bukit hijau nan luas milik mereka seringkali menjadi area bermain keempat saudara – eh bersaudara bukan ya mereka?? – itu. Hamparan hijau nan asri yang berbukit. Kurang lebih itulah gambaran dari Bukit Teletubies. Di Kalimantan Selatan juga ada Bukit Teletubies – iya, jadi sekarang apa-apa yang berwujud hamparan rumput yang berbukit, bakal disebut dengan Bukit Teletubies, macam Bukit Teletubies yang juga ada di Pegunungan Bromo – tepatnya di daerah Pelaihari. Dari atas bukit ini – sebenernya sih namanya Bukit Rimpi – kita bisa lihat pemandangan di bawah sana yang kebanyakan adalah hutan-hutan sawit. Baru di Kalimantan ini saya lihat pohon sawit nyata banyak. Biasanya mendengar sawit hanya dari berita-berita di tipi mengenai perk...

Camping at New City

Jiaaahh keren ya namanya New City... 8-) New City itu artinya Kotabaru...ya iyalah. Jadi, beberapa weekend yang lalu, saya dan beberapa teman kantor pergi camping ke daerah Kotabaru – masih di Provinsi Kalimantan Selatan – letaknya sekitar 247 km ke arah Timur dari Banjarbaru. Dan berada di sebuah Pulau tersendiri dan terpisah dengan Pulau Kalimantan, ya semacam Madura dengan Jawa gitu deh. berasa kapal sendiri aja lah Pamer sandal baruuu... heheh Tadinya saya kira bakal main air di laut, alias berenang dan snorkeling, ternyata bukan. Bener sih main air, tapi mainnya di air terjun, tepatnya di air terjun Seratak. Jangan membandingkan satu tempat dengan tempat lainnya ya, karena setiap tempat itu memiliki keistimewaan sendiri-sendiri *ini pembelaan terhadap sedikit kekecewaan karena ekspektasi berlebih, hahahah*. Air terjun Seratak ini bisa dibilang tidak begitu besar, tapi kalau saya disuruh lompat dari atas juga kagak mau. :D Lokasi Air Terjun Seratak ...

Danau Pengaron (2nd)

Biasanya, orang traveling itu jarang banget mengunjungi lokasi tersebut sampai dua kali atau lebih, apalagi kalau medannya bikin berpikir 2, 3, 4 kali. Tapi gak juga sih kalau buat saya. Selama yang ngajakin oke, semuanya oke dan saya lagi gak pengen mager di kosan, cus aja sih. Rintangan dan halangan terberat adalah mager di kosan. Kalau sudah di kosan kadang males kalau mau keluar-keluar lagi. Males buat ganti baju. Males buat dandan * walaupun cuma bedak-bedak tipis gitu aja *. Setelah pergi bersama teman-teman satu angkatan, kali ini bersama para senior di kantor, saya pergi lagi ke Danau Pengaron. Bisa dibilang kunjungan pertama dan kedua itu suasana dan kondisi di lapangan tidak selalu sama, walaupun objek yang kita datangi itu sama. Contohnya saja ya, saat pertama kali saya ke Danau Pengaron, kondisi air di danau tersebut sepertinya sedang surut, jadi kami dapat mengambil gambar dan bermain-main sampai di batu yang paling rendah dan sangat dekat dengan air. Sedangkan kali ...

Danau Riam Kanan

  Lagi-lagi akibat korban dari mbah Gugel. Saya dan teman-teman akhirnya harus membuktikan sendiri bagaimana dan dimana itu Danau Riam Kanan. Seperti yang sudah saya katakan di posting sebelumnya, bahwa explore suatu tempat atau propinsi itu memang gak cukup Cuma sehari saja. Berbeda dengan Danau Pengaron yang kemarin kami kunjungi, Danau Riam Kanan ini terletak di Desa Aranio, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Danau ini memiliki luas lebih kurang 8000 Ha dengan fungsi utama sebagai PLTA satu-satunya di Propinsi Kalimantan Selatan ini. Selain itu PLTA, perannya pun penting sekali sebagai pengatur tata air, mencegah erosi dan banjir. Sebagai salah satu wisata air di Kalimantan Selatan, terdapat pula pulau-pulau kecil dan bukit-bukit yang berjajar indah mengelilingi danau. Bukannya mau sok-sok’an bagus-bagusin ini tempat, tapi ya memang begitu adanya. Saya juga mau mengingatkan, untuk jangan lupa membawa sunblock, payung dan sebagainya yang berfungsi u...

Gak Cukup Sehari (Keliling Banjar)

mau explore suatu tempat atau daerah itu, satu hari saja ga bakalan cukup kalau mau dapat banyak spot atau lokasi buat foto-foto atau sekedar check in biar dikira eksis. setelah hampir 2 bulan di Banjarbaru, baru hari itu, teman-teman pada bersedia dan ngajakin buat keliling Banjar. hanya ke beberapa lokasi saja. ke daerah yang merupakan icon dari kota tersebut. sebut saja di Banjarmasin, ada apa? ada pasar apung, ada pulau yang dihuni banyak sekali monyet, juga patung bekantan yang besar - sayang bekantan yang aslinya gak ada :( - sampai kembali lagi ke daerah Banjarbaru. ~ Pasar Apung ~ Pergi ke Pasar Apung itu idealnya adalah pagi-pagi sebelum shubuh, dan kalau mau shubuhan, tinggal sholat di Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan dengan usia sekitar 300 tahunan. bener sih, kami berangkat sebelum shubuh, bener juga sih kami sempat sholat shubuh di Masjid Sultan Suriansyah, tapi gak sepuluh menit sebelum shubuh juga ...

nongkrong yuk!!

ajakan itu berulang kali dilontarkan teman saya. tapi belum mempan menggoyahkan saya bahwa kamar lebih nikmat dibanding nongkrong sampai larut malam. ini bukan berarti saya tidak suka nongkrong, tapi mungkin aliran nongkrongnya agak beda. saya lebih suka nongkrong sendirian dengan bermodalkan duit seadanya dan bawa buku buat dibaca atau leptop untuk mengetik draft blog atau sekadar curhatan tanpa postingan.  lagipula saya bukan anak nongkrong yang segitunya amat, berangkat malam dan pulang tengah malam atau hampir dini hari. kalau mau dibilang apatis sih biarin aja, lha kan kesukaan orang berbeda-beda. saya memang lebih nyaman seperti itu, seperti di postingan saya yang sudah-sudah, lebih PW duduk dipojokan - sendiri - pesen hot chocolate - buka laptop/ buku.  bukannya mau jadi sok alim, atau sok kutu buku or something like that. but its me! whatever you say . atau kalau mau nongkrong gak sendiri, paling pol-polan cuma berdua atau bertiga, itu pun ada bahan obrola...