Langsung ke konten utama

Postingan

Climb On

Setelah postingan saya yang terakhir kemarin mengenai reuni SMP, sebenernya banyak juga yang ingin saya tuliskan. Tapi karena kesibukan A, B, C dan lain-lain, jadinya saya sok-sok’an gak sempet buat nge’blog. Buat onlen aja Cuma sesekali. Fiuh… - Innalillahi wa inna illahi rojiun - Masih ingat kan dengan paragraph terakhir postingan saya sebelumnya, mengenai teman SMP saya yang terkena tumor dan berkembang menjadi kanker. Ya, beberapa minggu yang lalu, akhirnya dia – Jaka – menghembuskan nafas terakhirnya. Pertama kali saya mendapatkan kabar meninggalnya dia dari grup temen-temen sekelas SMP di bbm. Agak shock juga, karena kabar-kabar sebelumnya adalah dia sudah merasa enakan karena cairan yang ada di perutnya sudah dikeluarkan. Siapa sangka ya, tapi itu lah hidup yang nantinya juga akan berakhir dengan mati. Kita di dunia kan cuma menunggu giliran untuk “dipanggil” olehNya. Semoga Jaka tenang di sana, diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya, serta dibe...

Reuni SMP

Reuni… Reuni… :) Long time no see with Junior High School’s friends. Hihihi. Iyah lamaaaaaa banget. Setiap ada kesempatan untuk ketemu, saya selalu saja berhalangan untuk hadir. Pas mantenan temen SMP lagi praktek kuliah kek, lagi kuliah kek,, hadeehh agak gak enak juga sebenernya. Tapi pas momen ketemuan temen seangkatan gini, temen sohib jaman SMP malah sedikit yang datang. Fiuuhhh…    Yap, pas tanggal 2 September yang lalu, ada reuni bareng temen-temen seangkatan SMP. Mereka menyebutnya angkatan 2001 SMP Negeri 1 Waru. Well, saya sebenernya agak bingung dengan kata-kata angkatan ke berapa’nya itu, kalau saya rasa, untuk jaman-jaman SD – SMP – SMA , penyebutan angkatan tahun berapa itu mestinya diikuti dengan tahun akhir di sekolah tersebut. Tapi kenapa temen-temen panitia menyebutnya angkatan masuknya ya? Karena kalau menurut saya, kalau di SD – SMP – SMA kan masuk di sekolah bersangkutan itu tahunnya tidak selalu sama, karena mungkin saja ada murid pindahan at...

Trip To Gunung Kidul - Jogja #2

Esoknya, pagi-pagi kita meluncur ke Pantai Selatan dengan personel yang sama. Tanti, mas Andi – masnya Tanti - , Putri – adeknya Tanti - , Pipit – Sepupunya Tanti -, Mbak Linda – tantenya Tanti -, dan tentunya plus saya. Tadinya mau berangkat jam 6 pagi, tapi karena ini dan itu, akhirnya baru berangkat sekitar jam 7 kurang lah. Perjalanannya kurang lebih satu jam dari rumah Tanti di Plembutan – Playen – Wonosari. Dengan pemandangan hutan jati yang gersang selama di perjalanan menuju pantai selatan. Gersang banget, karena tahu sendiri kan, pohon Jati menggugurkan daunnya di musim kemarau untuk mengurangi penguapan. Tapi jangan salah, hawanya gak panas kok. Sejuk malah, apa mungkin karena masih pagi itu yah?? :D Hutan Jati Saya kira hanya terdiri dari tiga atau empat pantai di sepanjang pantai selatan Gunung Kidul, ternyata ada hampir delapan mungkin yah. Jadi, tidak hanya satu dua nama saja di sepanjang pantai selatan, tapi lebih dari itu. Mungkin yang mejadikan batas anta...

Trip to Gunung Kidul - Jogja #1

libur lebaran kali ini saya gak mau cuma ada di Lorok-Pacitan aja, tepatnya di rumah si mbah bareng saudara-saudara dan keluarga besar saja. Escape ke suatu tempat yang saya belum pernah kunjungi... Beuuhh pengen banget ngelakuin itu. Dan bener, beberapa minggu sebelum lebaran, saya sudah janjian sama temen kuliah saya. Rumahnya di daerah kabupaten Wonosari - Jogjakarta. Yeee... Akhirnya saya escape ke luar Jatim seorang diri!! ~( ‾ ▿‾ ~) ~( ‾ ▿‾ )~ (~ ‾ ▿‾ )~ ‎ ​ . Dan sebenarnya, provinsi ini tidak ada di list to visit saya tahun ini. Huuummm,, tapi, mumpung ada kesempatan, ya ke sini aja. Hehe. Naik travel dari Pacitan kota, setelah mengalami pergulatan batin yang cukup panjang. Karena sodara-sodara pada nyaraninnya macem-macem. Dan ditanyainnya macem-macem pula. Seperti halnya, "ngapain ke jogja?" "Jogja'nya dmn?" "Maen ae kamu ini." Tuh kan tuh kan.. Jadi pada kepo *baru tau nih kata-kata kepo :P*. Karena tadinya budget saya buat ke Wo...

Lebaran 1433 H

Alhamdulillah yah, masih bisa merasakan lebaran di tahun 1433 H ini. :) . Alhamdulillah juga masih berkesempatan buat mudik. Hehe. Fresh air, dan menjauh sementara waktu dari kota yang dipenuhi gedung-gedung tinggi. Ini, ada beberapa fakta, yang biasanya – gak selalu sih – ada waktu pulang kampung. Kampung saya tepatnya di Lorok – Pacitan – Jawa Timur. 1. bawa baju dikit, coz rencana mau pinjem daster si mbah buat bubuk cantik :D  2. Rame beud pas lebaran, keluarga besar kumpul: 6 anak + 6 mantu + 17 cucu + 2 cucu mantu + 2 buyut. *walo gak selalu semuanya datang, tapi tetep aja rameh* :D 3. karena mama anak pertama, biasanya bapak selalu dapet kamar, tapi karena bapak gak ikut pulkam, jadinya saya gak dapet kamar. x_x 4. sekarang yang diutamakan dapet kamar adalah yang lagi punya baby, sisanya tidur di luar kamar. 5. saking banyaknya yang tidur di luar kamar, jadi kayak pindang dijemur berjajar. x_x 6. dan ini lebaran pertama saya menjadi tant...

pulkam sebentar

Menyamakan jadwal sama bapak itu agak susah-susah giman gitu. Kerjaan bapak yang seabreg dan kadang gak bisa ditinggalin, kadang bikin kita jarang bisa buat berlibur sekeluarga. Kalaupun berlibur, itu pasti Cuma pas waktunya lebaran dan pulang kampung ke Pacitan. Sabtu-minggu kadang keluar, tapi itu saja Cuma ke rumah Nenek yang masih ada di kota sebelah alias di Surabaya aja.  Kalo saya sih masih oke-oke saja, maklum bisa keluyuran sendiri :D,, yang kasihan sih adik saya, liburan kelulusan SD’nya kemarin aja gak diajakin berlibur karena sibuknya waktu bapak. Seperti halnya beberapa waktu yang lalu, saat pergi ke Pamekasan buat mengunjungi keponakan saya – cucu bapak – selama perjalanan menuju / pulang dari Pamekasan saja, bapak masih saja ditelpon dari kantor karena urusan ini dan itu.   jemur cengkeh   Dan baru ada kesempatan saat awal puasa, bapak ijin di hari Jumat, jadinya kita bisa pulang ke Pacitan untuk 3 harian’lah,, lumayan. K...

#2 Bromo (lagi)

Kawah Bromo Selesai dari Penanjakan, kita menuju ke kawah Bromo. Sejauh mata memandang, yang ada itu cuma abu-abu dan pasir dan yang dirasakan adalah debu. OMG. Kita mau naek kesana??!! Impossible tadinya saya pikir. Mengingat ini berpasir, ini berdebu dengan jalanan menanjak menuju kawah Bromo. Gak bisa dibohongi, saya gak sekuat badan saya mulai beranjak melebar. Tapi, ternyata, dengan tekat yang kuat, dan sindiran dari temen-temen, akhirnya saya bisa juga sampe ke mulut kawah. Subhanallah. Gak nyangka, karena saat pertama ke Bromo – yang hanya sampai pada Penanjakan 2 – saja, saya gak kuat buat naik lebih lagi. Apalagi yang ini lebih berpasir, subhanallah. Naek ke kawah Bromo itu bagi saya berat. Dan ini bikin saya teringat masa-masa lalu. Waktu ada seseorang yang bikin video naek ke kawah bromo sambil bawa bunga edelweiss dan dengan bertelanjang dada di dinginnya Bromo. Nekat banget sih itu orang. Salut sama kenekatannya dan maaf yah yang dulu ituh ...