Langsung ke konten utama

pernah terpikir jadi penari

gak sengaja nemu foto lama. lama banget. bisa dibilang foto jaman jadul. bukan 2 ato 3 tahun lalu.bukan foto jaman narsis barengan temen-temen SMA ato kuliah.
gak sengaja nemu foto 10 tahun lalu! foto jaman SD. yang mana obsesi mengenai mimpi seorang anak kecil sedang menggebu -hingga sekarang pun mimpi2 itu masih tumbuh disana, namun berganti dengan yang lain-. foto jaman saya masih giat-giatnya untuk menari. jaman saya masih berpikir dan bermimpi "mungkinkah saya menjadi seorang penari?"



lucu lihatnya. ini foto saya saat akan tampil untuk menari di acara 17-an di RT saya. yang terlintas di pikiran saya saat itu adalah suatu kebanggan bisa menari dan diundang menari dimana-mana, walaupun hanya sampai tingkat desa dan disaksikan oleh Kepala Desa dan guru-guru saya yang saya hormati.
yang terlintas di benak saya ketika itu lagi-lagi mengenai "apakah mungkin saya bisa menjadi seorang penari? menjadi seorang penari hebat di kemudian hari? tampil di hadapan orang yang lebih banyak dibanding saat itu?"
yang terlintas di hati saya sekarang bisa saja disebut sebuah penyesalan atas pikiran kolot saya saat itu. pikiran buruk kolot saya ketika itu yang beranggapan bahwa bila menari, saya akan menampilkan lenggak-lenggok dan lemah gemulai tbuh saya. dan saya bukan orang yang Pe-De! tapi itu merupakan seni. saya bepikir bahwa bila saya menari, maka saya harus rela berdandan dan memperlihatkan bagian tubuh yang tidak seharusnya diperlihatkan. tapi itulah bagian dari menari. dan itu seni!
mungkin bila dulu saya mendalami hal ini, saya bisa menjadi orang yang berbeda. tapi itulah sebuah pilihan hidup. bila saya begini, bila saya begitu. saya seharusnya begini , saya seharusnya begitu. dan itulah pilihan. dan pilihan saya bisa jadi membuat saya yang sekarang menjadi orang yang lebih kaku.
tetapi masih banyak impian dan keinginan yang saya ingin capai dan raih. semoga semua itu tidak berhenti di tengah jalan.
saya hampir 22 tahun, dan perjalanan masih panjang. semoga saya bisa melaluinya.. Amin..

Komentar

wawanisme mengatakan…
wuew.. tp blm pernah q mlihat anda menari-nari.. he3...

klu q dulu prnah pngen jd tentara.ho3..
trs sejak smp sampe sekarang brubah pngen jd guru..

yah, bginilah hidup,.
tetap jalani dengan semangat.
fransintablog mengatakan…
@wawan,, haha,, itu kan udah dulu om,, skr sudah tidak menari2 lagi... skr yang menari otaknya,, mumet minta ampun sama tugas.. :D

iya om, namanya juga impian jaman kanak-kanak dlu...

Postingan populer dari blog ini

Hello, Bye Corona!!!

Hallo Corona, sudah lebih dari sebulan kamu mampir ke Indonesia, dan itu membuatku sudah 3 minggu ini tidak bisa berjumpa dengan orang-orang terkasihku secara langsung. Hai Corona, segera lah pergi dari bumi ini, agar kami dapat berkumpul lagi dengan orang-orang terkasih tanpa jarak dan dapat saling menggenggam kembali. Mungkin aku baru 3 minggu ini, bagaimana dengan kawan-kawan ku yang lain? Ada yang lebih dari itu. Sudah mendekati bulan Ramadhan, kami umat muslim akan berpuasa, lalu setelah itu kami ingin merayakan Idhul Fitri pun bersama orang-orang tersayang. Please Corona, pergi lah… Jadikan lengkungan senyum kami yang sekarang masih ke bawah, biar kembali ke atas lagi….  

When The Late Afternoon At The Teleng Ria Beach, Pacitan

what a wonderful friendship happy family Saput senja di lereng bukit tanpa b atas can you see the rainbo w?? mirror of the nature the surfer gir l

yang sakit pasti ada obatnya

yuhu pastinya,, seperti kemarin. awalnya saya sakit hati bin jealous waktu berangkat kuliah ke kampus Sukolilo, pasalnya ada yang ndak enak dilihat. dia - yang tidak perlu disebutkan namanya - boncengan dengan cewek (teman saya juga sih), tapi gak enak ngelihatnya. saya bertemunya pun gak sengaja, tadinya saya kira saya sudah telat, tapi ternyata begitu masuk gerbang kampus, saya rasa saya mengenal sepeda motor di depan saya. cukup terkejut dan hampir gak karuan pikiran saya,,, hadeh berlebihan saya (tapi itu yang saya rasakan)...tadinya gak yakin, tapi begitu liat sepatu dan dari kaca spionnya, saya jadi yakin itu dia - yang tidak perlu disebutkan namanya -. tambah hancur hati saya, walaupun hanya his secret admirer (bukan secret lagi sih,, udah pada tahu sih), tapi sakiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttt... that's so sick you know!!! sesampainya di parkiran, saya langsung pergi gitu saja dan tanpa menunggu mereka untuk jalan bareng ke kelas, udah gak karuan pikiran saya liat itu,,, aa...