Langsung ke konten utama

Postingan

Sebelum Mudik dan Kehilangan Signal

Momen bertemu dan berkumpul bareng temen-temen memang suatu hal yang sangat dinantikan. Gila-gilaan bareng termasuk foto-foto dari yang jelas sampe gak jelas. Di bulan puasa ini bisa dijadikan alasan buat melakukan hal itu. Dengan alibi buka puasa bareng atau reuni, langsung deh keliatan banget aslinya. Dan sesi pemotretan selalu hal yang gak boleh ketinggalan. Seperti tahun kemaren, saya sedikit nge-list saja kegiatan bukber tahun ini, misalnya aja bareng PASSMANIX (Paskibra SMAN IX Sby), buka bersama angkatan pas kuliah diploma dulu, bukber dadakan ala ibu-ibu arisan sampe bareng sm*sh blass (blass bukan blast). Menarik gak menariknya kegiatan ini, yang penting saya posting aja, daripada bulan ini gak ada postingan lain. Hehe.. -Sarasehan- Dengan berdasarkan dan berasaskan kekeluargaan yang masih harus terjalin antara alumni dan anggota aktif dari paskibra SMANIX, kami – para (sedikit sekali) alumni – dianjurkan datang pada acara sarasehan yang katanya adalah untuk memperingat...

Berkunjung lagi :)

Minggu – Rabu, 7 – 10 Agustus 2011 Dengan kegiatan yang itu-itu saja semenjak saya resign dan liburan kuliah –- bagun tidur – mandi – nyuci – bersih-bersih rumah – nonton pilm korea (jadi drama korea addicted deh) – dan begitu seterusnya hingga saya memutuskan untuk berlibur kembali – setelah ke pantai (Pacitan), ke gunung (Bromo) – sekarang saya mencoba untuk kota-kota. Yup, kali ini bukan kota-kota di Surabaya, saya coba untuk keluar – tapi seumur-umur saya belum pernah kota-kota di Sidoarjo, walaupun gedhe di kota udang ini – tepatnya ke kota Malang. Alasan saya adalah, karena kebetulan ada yang ditumpangi untuk perjalanan ke sana. Yah lumayanlah untuk menghemat uang bus berangkat ke Malang. Hehe. Numpang sama keluarga Om – Adek bapak saya – pergi ke kota Malang. Dan menginap di rumah mereka juga tentunya. Ini kali pertama saya bisa foto-foto puas ketika pergi ke rumah Om di Malang – biasanya kalo ke sini sama bapak, pasti kegiatannya cuma silaturahmi dengan pindah tidur doing ...

Cewek Smart

Dalam melakukan sesuatu itu memang harusnya ditarget, iya gak sih? Seperti beberapa hari yang lalu selama dua hari berturut-turut, ada beberapa hal yang masuk list to do saya (maklumlah lagi libur kuliah dan gak ada kerjaan, jadi ya bikin-bikin geje aja) hehe,, list to do-nya missal : ambil buku di mbak Ria, ambil tiket gowes di warung komplek, itu untuk malamnya dan besok paginya rencananya pagi-pagi sekali saya mau berguru pada teman SMA saya mengenai taking2 (tapi yang ini gak jadi, si do’i bangun kesiangan : ( ), abis gitu ke kampus tanya-tanya masalah orientasi (maklumlah hitungannya kan saya masih mahasiswa baru, baru tujuh semester di ITS ) dan bikin kartu perpus (woh biar kliatan rajin, pake punya kartu perpus segala, haha) *interview gak sengaja* Gini nih, seperti yang tadi saya bilang, salah satu plan saya adalah “mengambil buku di mbak Ria”. Hem,, buku apa itu? Dan siapa mbak Ria? Yap ini kedua kalinya saya berkunjung ke rumahnya yang gak jauh dari rumah nenek saya. Dan ...

Bromo... :)

Target trip to Bromo akhirnya kesampaian juga, walaupun belum sepenuhnya bisa dijelajahi. Karena adanya sedikit kendala waktu dan hambatan. Tapi ini semua LUAR BIASA!!! Subhanallah… Berangkat dari Surabaya sekitar jam 7 sore, saya dan Sembilan teman saya yang lain menuju ke Bromo dengan rute Surabaya – Sidoarjo – Gempol – Bangil – Pasuruan – Probolinggo – Bromo dan tiba di tujuan sekitar pukul 2 pagi. Harusnya bisa lebih cepat, tapi karena kita pelan-pelan dan banyak istirahatnya, jadi agak lama, tapi gak pa-pa juga, coz sesampainya disana juga belum dibuka loketnya. Dan ada sedikit kendala waktu perjalanan berangkat, saya lupa apa nama jalan raya-nya, tapi yang jelas di Probolinggo dan dilewati oleh banyak sekali kendaraan-kendaraan besar. Ada sedikit accident, teman saya – Rangga dan Ili, si anak Jakarta – jatuh di tengah jalan – kami naik motor menuju ke sana :P – kaget bukan main saya. Si doni – yang bonceng saya – untungnya bisa ngehindar dan berhenti walaupun agak mendadak tepat ...

dari Pantai ke Pantai :)

nelat banget postingannya,, padahal travelingnya udah lewat 3 minggu yang lalu.. hahah.. tapi gak pa-pa, memory'nya masih kesimpen jelas kok :D,, yap, waktu liburan yang lalu, tepatnya pas anak-anak SMA pada ujian SPMB dan saya baru resign dari kantor, so, saya langsung putuskan buat semedi...haha.. ya enggaklah, menjauh untuk sementara dari keramaian dan kebisingan kota memang pilihan tepat deh buat nenangin diri. humm,,, apalagi kalo liat pantai, i loved it!! dan gak usah jauh-jauh nyebrang selat bali buat liat pantai yang kalah indahnya... pesona pantai selatan juga gak kalah kok. jadi, saya pilih ke Pacitan - ya iya mau kemana lagi, orang rumahnya di sana kok :D -. sampai sana, saya langsung menuju ke Pantai, walaupun masih harus melewati gunung-gunung dan berputar di jalanan perbukitan. :) Pantai Klayar, Pacitan bagian Seruling Samudera, di daerah ini rawan banget Goa dapet bonusan mampir ke Goa Tabuhan dan Goa Gong :) Goa Tabuhan, batunya dipukul bisa ngeluarin suara seperti ...

pernah terpikir jadi penari

gak sengaja nemu foto lama. lama banget. bisa dibilang foto jaman jadul. bukan 2 ato 3 tahun lalu.bukan foto jaman narsis barengan temen-temen SMA ato kuliah. gak sengaja nemu foto 10 tahun lalu! foto jaman SD. yang mana obsesi mengenai mimpi seorang anak kecil sedang menggebu -hingga sekarang pun mimpi2 itu masih tumbuh disana, namun berganti dengan yang lain-. foto jaman saya masih giat-giatnya untuk menari. jaman saya masih berpikir dan bermimpi "mungkinkah saya menjadi seorang penari?" lucu lihatnya. ini foto saya saat akan tampil untuk menari di acara 17-an di RT saya. yang terlintas di pikiran saya saat itu adalah suatu kebanggan bisa menari dan diundang menari dimana-mana, walaupun hanya sampai tingkat desa dan disaksikan oleh Kepala Desa dan guru-guru saya yang saya hormati. yang terlintas di benak saya ketika itu lagi-lagi mengenai "apakah mungkin saya bisa menjadi seorang penari? menjadi seorang penari hebat di kemudian hari? tampil di hadapan orang yang lebih ...

*curhat*

ku menunggu ku menunggu kau putus dengan kekasihmu tak akan kuganggu kau dengan kekasihmu ku kan di sini selalu untuk menunggumu cinta itu ku berharap kau kelak kan cintai aku saat kau telah tak bersama kekasihmu kulakukan semua agar kau cintaiku haruskah kubilang cinta hati senang namun bimbang ada cemburu juga rindu ku tetap menunggu harus kah kubilang cinta hati senang namun bimbang dan kau sudah ada yang punya ku tetap menunggu datang padaku kutahu kelak kau kan datang kepadaku saat kau sadar betapa kucintaimu ku kan selalu setia tuk menunggumu haruskah ku bilang cinta hati senang nammun bimbang ada cemburu juga rindu ku tetap menunggu haruskah ku bilang cinta hati senang namun bimbang dan kau sudah ada yang punya ku tetap menunggu haruskah ku bilang cinta hati senang namun bimbang ada cemburu juga rindu dan aku tetap menunggu haruskah ku bilang cinta hati senang namun bimbang dan kau sudah ada yang punya ku tetap menunggu by Rossa